Tuesday, February 12, 2013

Pilkada Kabupaten Konawe,2013

Konawe,Persaingan tidak sehat serta jauh dari demokratis mulai menyemaraki masa kampanye Pilkada di kabupaten Konawe,sulawesi tenggara.
Setelah hampir seminggu,masa kampanye dialog diberlakukan, terlihat dan terdengarlah 'kicau' dari beberapa calon pemimpin kabupaten konawe ini yang tak pantas dan sangat tidak boleh disebut dewasa,
Seharusnya yang wajib para calon bupati dan calon wakil bupati ini lakukan dalam berkampanye adalah menyampaikan visi dan misi,mengobarkan semangat ingin maju bersama masyarakat konawe,atau menyampaikan hal lain yang lebih bersifat kearah 'ajakan nyoblos baik baik' Bukan sibuk saling mendiskreditkan sesama calon,saling melempar fitnah dan memperlihatkan gaya kotor dalam berkampanye.
Hal tersebut tersampai setelah adanya temuan dari pihak Panwas Konawe pada saat memantau situasi yang ada di Pilkada Konawe.
Divisi Penanganan Pelanggaran Pemilukada Panwas Konawe,Ulil Amrin, juga menyampaikan hasil temuannya di masa berakhirnya kampanye dialogis yang dimulai 6 Februari itu bahwa telah terbukti adanya Cabup tertentu yang dengan sengaja menyinggung pasangan lainnya.

pihaknya telah melakukan upaya preventif terhadap pasangan calon bupati tersebut dengan menyampaikan teguran secara lisan.
meski demikian Panwas sendiri belum memutuskan untuk memproses masalah tersebut lebih lanjut

Ada 3 poin utama yang telah panwas sampaikan kepada para calon bupati dan wakil bupati sebelumnya melalui surat adalah :
Satu Wajib dalam berkampanye baik dialogis ataupun monologis agar tidak mendiskreditkan pasangan lain atau memprovokasi simpatisan,"
Kedua, dalam surat Panwas Konawe juga mengingatkan tim dan juru kampanye pasangan calon agar selalu konsisten terhadap jadwal yang telah disepakati bersama antara tim pemenangan dan KPU Konawe.
Ketiga, diharapkan tim pemenangan dan juru kampanye pasangan calon agar tidak menyeberang ke dapil atau zona kampanye lain sesuai jadwal yang ditetapkan KPU Konawe.
"Dengan surat kami itu, Alhamdulillah tim pemenangan dan juru kampanye pasangan calon merespon baik.Apabila didalam kampanye dialogis dan monologis kami dapatkan langsung kembali, bisa saja kami jadikan sebagai temuan pelanggaran. Jadi kami sifatnya melakukan upaya preventif," demikian tukas Ulil Amrin.