Wednesday, December 19, 2012

Bahtera Nuh karam di Laut hitam ?

Robert Ballard punya pengalaman segudang dalam soal pencarian kapal yang karam di laut. Pada 1985, dialah yang menemukan bangkai kapal Titanic.
Sekarang, dia mengklaim telah menemukan jejak bahtera Nabi Nuh. Dalam Kitab Kejadian tertulis, kapal Nabi Nuh itu terombang-ambing banjir besar selama 40 hari, 40 malam.
Menurut Ballard, pada mulanya, Laut Hitam merupakan sebuah danau air tawar hingga gelombang raksasa – dia memperkirakan volumenya lebih dari 200 kali air terjun Niagara – dari Laut Mediterania menenggelamkannya dan mengubahnya menjadi laut.
Gelombang itulah yang memaksa Nabi Nuh meninggalkan daerahnya dengan kapal besar tersebut. “Kami pergi ke sana untuk mencari jejak banjir besar itu,” kata Ballard, pekan lalu. “Gelombang itu bukan hanya sekadar kenaikan muka air laut, tapi benar- benar gelombang besar ….membuat daratan tenggelam.”

Ballard bersama timnya menelusuri jejak peradaban yang hilang itu di sepanjang pantai Turki. Ballard ingin membuktikan hipotesis soal hubungan antara banjir besar zaman Nabi Nuh ini dengan berakhirnya zaman es.
Apakah benar banjir besar itu diakibatkan oleh melelehnya es di Amerika Utara dan bergeraknya beting es raksasa itu ke arah kutub utara.
Dari perhitungan karbon endapan di dasar Laut Hitam, Ballard memperkirakan, bencana yang menenggelamkan daerah Nabi Nuh itu terjadi sekitar tahun 5000 Sebelum Masehi.
Beberapa arkeolog lain mendukung dugaan Ballard ini. Bencana besar ini juga disinggung dalam mitologi Mesopotamia, kisah Epik Gilgamesh. “Dalam epik itu disebutkan Dewa- dewa telah mengirimkan banjir besar untuk menenggelamkan umat manusia,” kata sejarawan Eric Cline. “Dan mereka memilih satu orang untuk diselamatkan. Orang itu membuat kapal, mengumpulkan binatang dan menyelamatkannya ke daerah pegunungan.” Cline yakin cerita itu serupa dengan kisah Nabi Nuh.
Ballard mengatakan, dia bersama timnya bukan hanya berhasil menemukan endapan dan kerang- kerangan, tapi juga serpihan gerabah dari era Nabi Nuh.
Tapi dia ragu bakal bisa menemukan bangkai kapal Nabi Nuh. “Sungguh bodoh jika kita berpikir bakal bisa menemukan kapal itu,” kata Ballard. “Tapi bisakah kami menemukan kerangka manusia? Bisakah kami menemukan perkampungan yang tenggelam itu? Jawabannya, bisa.
asal tau saja..kedengarannya NGASAL aja nih si Ballard kekekekekekek...