Monday, February 14, 2011

Telur Kini Lebih Sedikit Mengandung Kolesterol

London, Kandungan rata-rata kolesterol dalam telur ayam mencapai 200 mg. Namun dalam 10 tahun terakhir kandungan kolesterol dalam telur telah banyak berkurang tinggal menjadi 100 mg.

Penurunan jumlah kolesterol dalam telur ini karena peternak memberikan pakan yang berbeda. Tentu saja penurunan jumlah kolesterol dalam telur ini menggembirakan. Karena jumlah itu kurang lebih hanya sepertiga dari asupan kolesterol untuk manusia yang dianjurkan yakni 300 mg/hari.

Sebuah penelitian yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat mengungkap telur-ayam masa kini mengandung kolesterol 13 persen lebih rendah dibandingkan telur-telur di tahun 1990-an. Sebaliknya, kandungan vitamin D meningkat 64 persen.

Temuan ini didukung dengan penelitian lain di Inggris, yang menyatakan bahwa sebutir telur ayam berukuran sedang hanya mengandung 100 mg kolesterol.

Andrew Joret dari British Egg Industry Council, badan milik pemerintah Inggris yang mengurusi industri telur membenarkan bahwa komposisi gizi dalam telur ayam mengalami perubahan dalam 10 tahun terakhir. Perubahan ini dipicu oleh berbagai kebijakan tentang pakan ternak.

Sejak tahun 1990-an, negara-negara di Eropa melarang pemberian pakan ayam berupa serbuk tulang yang sebenarnya bisa meningkatkan kandungan protein. Larangan ini diberlakukan menyusul wabah sapi gila, sementara serbuk pakan yang dimaksud berasal dari tulang sapi.

Sebagai gantinya, ayam-ayam masa kini lebih banyak mendapat pakan nabati yang dibuat dari tepung gandum dan jagung. Seperti dikutip dari Dailymail, Senin (14/2/2011), sumber protein nabati dalam pakan ayam inilah yang membuat telur-telur ayam masa kini lebih rendah kolesterol dibanding telur-telur di masa lalu.

Sementara itu, daftar manfaat telur dari masa ke masa terus bertambah. Baru-baru ini sebuah penelitian di Surrey University mengungkap bahwa sarapan 1-2 butir telur/hari bisa membantu mengurangi berat badan, karena kandungan proteinnya bisa menjaga perut terasa lebih penuh sehingga tidak mudah lapar.

Bagi jantung, protein dalam telur juga bisa melawan efek negatif dari kandungan kolesterol jahatnya. Dua tahun lalu, seorang peneliti di Kanada menemukan bahwa salah satu protein dalam telur ayam memiliki efek seperti obat hipertensi yakni angiotensin coenzim inhibitor (ACE inhibitor).